Tips Mengatasi Makan Anak Yang Diemut

Gambar Makan Diemut

foto koleksi pribadi penulis

Menelaah Teori sigmund freud, pakar psikoanalisa, di awal kehidupan, pemberian makanan, termasuk mengisap dot, merupakan salah satu sumber kepuasan. Soalnya di usia ini, bayi berada pada fase oral, yaitu fase kenikmatan yang berpusat di daerah mulut. Hingga bila anak masih sangat terikat pada fase oral padahal seharusnya ia sudah beralih pada kepuasan menggigit dan mengunyah, maka kebiasaan mengemut makanan merupakan perpanjangan waktu dari kenikmatan yang diperolehnya sewaktu bayi.

Tapi jika seterusnya tetap diemut, sebagai orang tua harus bertindak tepat supaya tidak berlanjut sampai bayi besar karena hal itu akan mempengaruhi tumbuh kembangnya.

  • Memberikan cairan/ susu bukan cara untuk menyelesaikan persoalan karena anak diatas 1 tahun lebih perlu karbohidrat, susu hanyalah pelengkap.
  • Mulai tumbuh gigi dan mulai memakan makanan padat, hendaknya orang tua memberi contoh cara makan yang baik. Kadang anak tidak tau makan harus diapakan, apakah langsung ditelan, dilepeh, ato diisap. jadi sebagai orang tua kita harus memberi contoh cara mengunyah.
  • Jangan pernah memarahi anak pada saat anak tidak mau makan/ makan diemut. Orang tua harus pintar2 mengubah konsep makan anak bukan suatu hal menyiksa namun aktifitas yang menyenangkan. Anak mengemut makanan bisa jadi bentuk protes karena makan bukan hal yang menyenangkan.
  • Motivasi anak dan beri kepercayaan anak untuk makan sendiri. Anak yang terlalu sering disuapi dan tak belajar makan sendiri, akan cenderung mengemut karena ia biasa “dikomando” hingga ia akan menunggu komando menelan sebelum sendok berikut diberikan.
  • Orang tua harus pintar-pintar memvariasikan makanan baik dari segi rasa maupun bentuk.
  • Melibatkan anak dalam pemilihan menu. Apalagi kalo sudah bisa bicara, sudah bisa ditanya “Mau makan apa?” Ato “ingin dibuatkan apa sama bunda?” Pastinya anak akan lebih bersemangat makan makanan pilihannya.
  • Memberi makan anak dengan jadwal yang tertib, hal ini membiasakan perut merasa lapar. Sehingga jika sudah waktunya makan siang misalnya, si anak akan merasa lapar dan akan segera makan.
  • Jangan mengiming-imingi anak dengan hadiah. Hal ini akan memancing kebiasaan anak untuk mengemut. Anak akan sengaja mengemut makanan agar ketika mau menelan, ia memperoleh hadiah yang diinginkannya.
  • Menggunakan alat makan yang menarik juga bisa mengatasai problema makan. Sambil makan, ceritakan dongeng gambar yang ada di piring makannya.
  • Jangan lupa, tiap kali anak makan, mengunyah dan menelannya berikan reward pujian atau pelukan. Sehingga si anak merasa berharga dan menambah kepercayaandirinya

Bagaimanapun problema makanan yang diemut harus segera disudahi karena hal ini akan berdampak pada fisik dan psikologis. Dari segi fisik berdampak pada kekurangan gizi. Bukan karena gizi makanannya berkurang, namun karena porsi makan yang dikonsumsi berkurang. Misal biasanya anak makan 5 sendok, karena diemut akhirnya yang menyuapi sudah berhenti pada suapan ketiga karena lamaa.

Dari segi psikologis bisa berdampak pada kebiasaannya nanti cenderung tergantung pada orang lain dan menunda-nunda pekerjaan, selain itu dia akan tersalib kawannya yang cepat menghabiskan makanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

2,681 Spam Comments Blocked so far by Spam Free Wordpress

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>